Senin, 16 April 2012

POLA PEMBELAJARAN (MUHAMMAD RIDWAN)

BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Desain  pembelajaran  dapat  dimaknai  dari  berbagai  sudut  pandang,misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses.  Sebagai  disiplin,  desain  pembelajaran  membahas  berbagai penelitian  dan  teori  tentang  strategi  serta  proses  pengembangan pembelajaran  dan  pelaksanaannya.  Sebagai  ilmu,  desain pembelajaran  merupakan  ilmu  untuk  menciptakan  spesifikasi pengembangan,  pelaksanaan,  penilaian,  serta  pengelolaan  situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan  mikro  untuk  berbagai  mata  pelajaran  pada  berbagai  tingkatan kompleksitas.  Sebagai  sistem,  desain  pembelajaran  merupakan pengembangan  sistem  pembelajaran  dan  sistem  pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar.
Desain  pembelajaran  adalah praktek  penyusunan  media  teknologi  komunikasi  dan  isi  untuk membantu  agar  dapat  terjadi  transfer  pengetahuan  secara  efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang  "perlakuan"  berbasis-media  untuk  membantu  terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang  sudah  teruji  secara  pedagogis  dan  dapat  terjadi  hanya  pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas.
Dalam desain pembelajaran juga ada pola dan juga komponen-komponen desain pembelajaran, yang harus dirumuskan baik dalam bentuk tujuna umum mapun tujuan khusus pembelajaran. Oleh karena itu, Maka perlu dibahas masalah ini didalam Bab II.


BAB II
PEMBAHASAN
DESAIN PMEBELAJARAN
A.                POLA PEMBELAJARAN
Banyak ragam pola yang pembelajaran dikemukakan oleh para ahli, banyak pola variasi dan stressing (penekanan) dari suatu pola pembelajarn oleh masing-masing para ahli.
Glasser (1962) menawarkan sebuah pola dasar mengajar yang oleh Dr.Engkoswara disebut sebagai pola dasar tradisional (pola dasar pokok).yang terdiri dari empat komponen pokok yaitu:
Ø  IO (instructional abjektives)
Ø  EB (entering/ entry behavior)
Ø  IP (instructional procedures)
Ø  PA ( performance assessment)
John Carrol (1965) menggambarkan sebuah pola yang berbeda dengan glasser, carrol mempunyai sebuah pola School learning atau pola belajar sekolah, yang terdiri dari :
Ø  Keadaan peserta didik sebelum sebelum proses pengajaran
1.            Kemampuan peserta didik
2.            Ketabahan belajar
3.            Kesanggupan menerima dan memperkaya
Ø  Prosedur pembelajaran
1.                  Kesempatan untuk mempelajari
2.                  Kualitas pembelajaran.
Pola pengajaran lainnya adalah dari Jerold kemp (1977) yang dikemukakan dalam instructional design. Pola kemp itu pada dasarnya ia dibuat untuk menjawab pertanyaan mengenai 3 keputusan proses berpikir yaitu:
Ø  Apa yang harus dipelajari ( tujuan ).
Ø  Prosedur dan sumber apa yang sebaiknya supaya tercapai tingkat belajar yang dikehendaki.
Ø  Bagaimana mengetahui bahwa belajar telah berlangsung.
Dalam pola kemp itu ditemukan 8 prosedur yang saling berkaitan dan berproses secara fleksibel yakni:
1.      Permusan tujuan umum.
2.      Identifikasi cirri-ciri yang penting dari pelajaran.
3.      Perumusan tujuan belajar.
4.      Kumpulan isi atau bahan pelajaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
5.      Penjajakan awal latarbelakang dan kemampuan pelajar berkaitan dengan topic yang telah ditentukan.
6.      Pemiliahn aktivitas pembelajaran dan sumber pembejalaran yang sesuai dengan materi.
7.      Koordinasi layanan penunjang.
8.      Evaluasi pengasaan tujuan.









V. gelder membuat pola yang lain sebagi berikut:
     Tujuan Pengajaran                                                              Analisis Situasi



  Kegiatan                  Kegiatan                        Materi                   Alat dan
     Guru                  Peserta Didik                 Pelajaran                  Metode




Evaluasi

Sedangkan komponen yang diperlukan adalah komponen prosedur pembelajaran dari pola pokok, yaitu diperluas menjadi:
Ø  Bahan pelajarn
Ø  Bentuk-bentuk kerja didaktis
Ø  Kegiatan-kegiatan belajar.
Ø  Pengelompokkan peserta didik dan guru.
Ø  Alat-alat pembelajaran
Ø  Tindakan monitoring/control
Ø  Tindakan koreksi.


B.                 KOMPONEN – KOMPONEN DESAIN PEMBELAJARAN
Komponen Utama Desain Pembelajaran Komponen utama dari desain pembelajaran adalah:
1.      Pembelajar  (pihak  yang  menjadi  fokus)  yang  perlu  diketahui meliputi, karakteristik mereka, kemampuan awal dan pra syarat.
2.      Tujuan  Pembelajaran  (umum  dan  khusus)  Adalah  penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar.
3.      Analisis Pembelajaran, merupakan proses menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari
4.      Strategi Pembelajaran, dapat dilakukan secara makro dalam kurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan belajar mengajar.
5.      Bahan  Ajar,  adalah  format  materi  yang  akan  diberikan  kepada pembelajar
6.      Penilaian  Belajar,  tentang  pengukuran  kemampuan  atau kompetensi ang sudah dikuasai atau belum.
Secara garis besar komponen-komponen desain pembelajaran itu ada dua, yaitu komponen pokok dan komponen penunjang. Yang meliputi hal-hal sebgai berikut:
1.      Komponen Pokok
a.       Topic/pokok bahasan/ unit (mungkin lebih rinci lagi berupa subtopic/sub pokok bahasan).
b.      Entry behavior/ situasi awal atau pengenalan karakteristik/kemampuan pembawaan peserta didik (ada yang mengatakan termasuk guru dan kondisi/situasi sekolah). Istilah lainnya adalah analisis situasi.
c.       Tujuan pembelajaran, baik tujuan umum pengajaran (TUP) yang diambil dari GBPP setiap mata pelajaran, maupun tujuan khusus pengajaran (TKP) yang dirumuskan sendiri oleh guru dalam rangka menjabarkan TUP.
d.      Perumusan alat evaluasi/penilaian.
e.       Penentuan materi/isi pengajaran yang diharapkan unutk dikuasai oleh peserta didik dan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
f.       Merancang bentuk kegiatan pembelajaran.
g.      Sumber pengajaran/belajar.
h.      Sumber ajar.
i.        Metode pengajaran.
2.      Komponen penunjang.
Yaitu komponen-komponen pengajaran yang keberadaannya dapat membantu kelancaran, mempermudahkan pelaksanaan pembelajaran sepert pengaturan waktu pertemuan,tempat pengajaran, alat, ataupun fasilitas-fasilitas pemebelajaran yang kan menambah kelengkapan/kesempurnaan kegiatan pembelajaran, juga prosedur atau pengaturan proses kegiatan yang baik, dan sebagainya.











BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan,bahwa pola desain pembelajaran itu ada beberapa jenis pola yang akn ditawarkan oleh para ahli yang antaranya menurut glasser, john carrol, Jerold kemp. Yang oleh masing-masing mereka menawarkan pola yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.
Komponen-komponen desain pembelajaran itu menggambarkan suatu system yang menggambarkan totaltas dan kesatuan yang terdiri dari beberapa subsistem yang saling berhubungan, untuk mencapai hasil/tujuan pembelajaran yang diinginkan.
B.     SARAN DAN KRITIK
            Saran penulis pada setiap individu yang membacanya untuk mencari referensi-referensi yang lain yang terkait dengan pekerjaan perkantoran tersebut. Dan juga kepada orang yang sudak bekerja dikantor agr senantiasa bekerja sesiuai dengan koridor kantor, sehingga pekerjaannya tidak saling tumpang tindih antara pekerjaan tang satu dengan yang lainnya.
            Dalam makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritikan dan masukkan dari dosen pembimbing serta kawan-kawan mahasiswa,yang bersifat membangun, sehingga dalam proses kelengkapannya dapat berjalan dengan baik







DAFTAR PUSTAKA
Rohani Ahmad., "Pengelolaan Pembelajaran" ., Cet-2 . PT Rineka Cipta, Jakarta.2004.
Sanjaya  Wina,  "Perencanaan  dan  Desain  Sistem  Pembelajaran",  Kencana Prenada Media Group. Jakarta.2008
Uno,  Hamzah  B., " Perencanaan  Pembelajaran ",  Bumi  Aksara  PT, Jakarta. 2006.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar